Jika instalasi listrik rumah Anda aman, maka tentu akan terhindar dari berbagai macam ancaman yang dapat mengganggu kenyamanan bahkan keamanan Anda. Musibah seperti kebakaran rumah adalah salah satu contoh akibat yang dapat timbul dari instalasi listrik di rumah yang tidak aman. Karenanya, untuk membuat rumah Anda lebih aman dan nyaman, pastikan Anda mengikuti beberapa tips ini.

Gunakan petugas listrik bersertifikasi

Saat membangun jaringan listrik yang baru, gunakanlah petugas pemasang instalasi listrik yang telah tersertifikasi. Jangan gunakan petugas yang tidak terjamin keamanannya dan tidak profesional. Dengan menggunakan petugas yang telah tersertifikasi dengan resmi, dapat membantu Anda untuk mengajukan Sertifikat Laik Operasi (SLO) kepada Badan Komite Nasional Keselamatan Untuk Instalasi Listrik (KONSUIL). Surat tersebut yang nantinya membantu Anda untuk mendapatkan aliran listrik dari PLN.

Minta skema jaringan listrik

Skema jaringan listrik biasanya diberikan oleh petugas instalasi listrik yang bersertifikasi sebelum mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO). Skema ini akan membantu untuk mempermudah proses perawatan dan perbaikan jaringan jika terjadi kerusakan. Anda jadi mengetahui kualitas kabel yang dipasang, dari jenis, ukuran, sambungan dan daya kabel. Skema ini juga membuat Anda lebih mudah dalam mengembangkan jaringan baru.

Pilih peralatan SNI

Untuk mendapatkan keadaan rumah yang aman dan nyaman, gunakan peralatan yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain dari segi kualitas, tentu barang-barang atau peralatan yang sudah memiliki logo SNI sudah mengikuti standar keamanan Indonesia. Jangan mudah tergiur dengan peralatan dengan harga yang lebih murah namun tidak memenuhi SNI. Tetapi, pastikan juga pemasangannya dilakukan dengan benar  sesuai dengan instruksi dari pabrik. Pemasangan yang tidak tepat juga dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Cek secara rutin

Lakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala kurang lebih setiap lima tahun sekali. Pengecekan ini meliputi pengecekan kondisi tahanan isolasi, grounding atau tahanan tanah, kualitas sambungan listrik dan pembatas arus listrik. Untuk melakukan pengecekan pun, jangan menggunakan petugas yang sembarangan, gunakan petugas yang telah memiliki sertifikasi sehingga terjamin keamanannya.

Pasang MCB dan ELCB

MCB atau Mini Circuit Breaker memiliki tugas untuk melindungi jaringan dan alat-alat listrik saat terjadi aliran arus yang  berlebih. Saat terjadi kelebihan arus, MCB akan mematikan aliran atau trip. Tapi jangan menggunakan kabel jaringan yang daya hantarnya lebih kecil dari MCB. Karena, saat kelebihan arus MCB tidak akan mendeteksi. Akibatnya kabel bisa panas dan rusak, bahkan menyebabkan arus bocor dan dapat terjadi kebakaran.

Sedangkan ELCB atau Earth Leakage Circuit Breaker adalah alat yang dapat mencegah arus bocor penyebab kebakaran dan sengatan listrik. Saat terjadi kebocoran, arus akan terputus secara otomatis seketika.

Ketika MCB dan ELCB sering mengalami trip, maka seharusnya Anda melakukan pengecekan jaringan dengan segera. Ini menunjukkan bahwa ada masalah dalam jaringan listrik Anda. Hal ini dapat Anda lakukan secara mandiri atau menggunakan jasa petugas yang tersertifikasi.

Jaringan sesuai kapasitas

Hindari kelebihan kapasitas dalam satu jaringan. Misalnya, dalam satu sekering, kabel yang digunakan memiliki diameter 2,5 mm dan memiliki daya sampai dengan 10 Ampere, sehingga daya maksimal menjadi 2200 VA. Jika jumlah beban lebih dari 2200 VA, maka Anda perlu membuat jaringan yang baru.

Begitu juga ketika rumah Anda sedang direnovasi, jangan lupa untuk menambah daya listrik. Tentu ketika ada tambahan ruangan di dalam rumah, membutuhkan beberapa peralatan listrik tambahan seperti lampu, dan peralatan listrik lainnya. Namun, daya listrik rumah juga harus Anda tingkatkan agar penggunaannya optimal dan tidak menjadi beban atau membuat listrik sering turun.